Dunia pendidikan Indonesia saat ini menghadapi empat tantangan besar yang kompleks, yaitu: tantangan peningkatan nilai tambah (Added value), tantangan pengkajian komprehensif dan mendalam terhadap terjadinya transformasi (perubahan) struktur masyarakat, tantangan dalam persaingan global yang semakin ketat, dan munculnya kolonialisme baru di bidang iptek dan ekonomi menggantikan kolonialisme politik. Dengan demikian kolonialisme kini tidak lagi berbentuk fisik, melainkan dalam bentuk informasi.
     Kemajuan ini harus dapat diwujudkan dengan proses pembelajaran yang bermutu dan menghasilkan lulusan yang berwawasan luas, professional, unggul, berpandangan jauh ke depan (Visioner), memiliki percaya dan harga diri yang tinggi. Untuk mewujudkan hasil diatas diperlukan strategi yang tepat, diantaranya adalah bagaimana strategi mengembangkan kompetensi siswa berdasarkan kemampuan, sikap, sifat serta tingkah laku siswa sehingga membuat siswa menyenangi proses pembelajaran.
   Dalam merespon bebagai kondisi perubahan dan menjawab tantangan zaman, SMK Negeri 6 Yogyakarta melaksanakan kegiatan pengembangan kompetensi peserta didik Tata Busana ke Industri Modiste Ariani dan Djawadwipa Production pada hari Senin-Rabu tanggal 28-30 Mei 2021.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi siswa dalam melihat efektifitas penerapan sistem manajemen Ariani Modiste dalam mengatur tehnik bekerja, sekaligus mendapatkan materi motivasi budaya kerja industry.
Kegiatan ini diikuti dengan 3 sesi, dimana 1 sesi diikuti oleh 1 kelas perhari. Sehingga jumlah siswa yang mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi yaitu 98 orang, yang didampingi oleh guru-guru Tata busana.
Dalam kegiatan pengembangan kompetensi ini diharapkan ada materi yang dikembangkan dalam kurikulum dengan penekanan pada mata pelajaran yang sanggup menjawab tantangan global dan perkembangan iptek yang sangat cepat. Kurikulum SMK Negeri 6 Yogyakarta dikembangkan berlandaskan pendidikan etika dan moral yang kental dengan budaya industri untuk memudahkan peserta didik dalam memahami system kerja yang sebenarnya di industri.
    Sebagai bahan evaluasi dan monitoring bahwa program yang dibuat guru dalam mengembangkan materi ajar, akan sangat berpengaruh dalam pengembangan karakter, kompetensi dan pengetahuan peserta didik yang menuju keseimbangan dengan budaya industry. Pengembangan kompetensi ini akan meningkatkan kemampuan peserta didik dengan membangun khazanah tingkah laku verbal dan non verbal yang menunjukkan hasil belajar, serta menghasilkan tingkah laku berupa minat, antusiasme dan motivasi untuk belajar.